Selasa, 12 Oktober 2010

Iddah dan Ruju'

Iddah

Iddah atau masa menunggu seorang wanita pasca menikah, adalah masa dimana seorang istri harus menunggu dikarenakan perceraian atau ditinggal mati oleh suaminya guna memastikan bahwa ia tidak sedang dalam keadaan hamil sebelum ia menikah lagi. Selama masa 'Iddah si istri tetap mendapatkan nafkah oleh mantan suaminya yang disebut nafkah 'Iddah.

Hikmah adanya 'Iddah
1. Untuk memastikan apakah wanita tersebut sedang hamil atau tidak.

2. Syariat Islam telah mentahbiskan masa 'Iddah untuk menghindari kebingungan akan garis keturunan yang mana akan muncul jika seorang wanita ditekan untuk segera menikah.

3. Masa dimana seorang wanita menghabiskan masa 'Iddahnya baik itu dalam jangka waktu yang pendek ataupun panjang mencerminkan keseriusan akan pernikahan dan seberapa jauh ikatan suci pernikahan tersebut.
4. Akan membuat pria dan wanita untuk berpikir dua kali untuk memutuskan tali kekeluargaan, terutama dalam kasus dimana perceraian dapat dibatalkan. (Sumber: Ensiklopi Fiqih Negara Kuwait)


Aturan-aturan yang berkaitan dengan `Iddah
1. Untuk wanita yang ditinggal mati suaminya

- Bagi wanita janda yang ditinggal mati suaminya ketika dia sedang mengandung bayi maka masa menunggunya ('Iddahnya) berakhir setelah ia melahirkan bayinya. Allah SWT berfirman, "...Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya …" (At-Thalaq: 4)

- Jika wanita janda tersebut tidak hamil maka masa 'Iddahnya adalah setelah empat bulan dan sepuluh hari. Allah SWT berfirman, " Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari …" (Al-Baqarah: 234)



2. Untuk wanita yang diceraikan

- Bagi wanita yang diceraikan, masa 'Iddahnya berakhir setelah tiga kali masa suci dari menstruasi, jika ia tidak sedang hamil. Allah SWT berfirman: "Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-Baqarah: 228).

- Bagi wanita yang diceraikan yang sudah mencapai masa menopause tapi masih aktif berhubungan suami-istri maka masa 'Iddahnya adalah tiga bulan. Allah SWT berfirman: "Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; ..." (At-Thalaq:4)

- Bagi wanita yang diceraikan tapi belum pernah sekalipun melakukan hubungan suami-istri maka tidak ada masa 'Iddah baginya. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. (Al-Ahzab:49)

- Bagi wanita yang diceraikan – seperti halnya wanita yang ditinggal mati – dalam keadaan hamil maka masa 'Iddahnya berakhir setelah ia melahirkan bayinya.

Ruju'

Ruju‘ dari segi bahasa bererti kembali. Manakala dari segi syara‘ pula ialah mengembalikan isteri kepada nikah dalam waktu ‘iddah yang bukan talaq ba’in. Ruju‘ adalah hak yang diberikan oleh Islam kepada bekas suami untuk melanjutkan ikatan perkahwinannya dengan bekas isteri yang diceraikannya sebelum habis waktu ‘iddah isteri.
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
• Hukum rujuk asalnya mubah, artinya boleh rujuk dan boleh pula tidak. Akan tetapi, hukum rujuk bisa berubah, sebagai berikut :
1. Sunah, misalnya apabila rujuknya suami kepada istrinya dengan niat karena Allah, untuk memperbaiki sikap dan perilaku serta bertekad untuk menjadikan rumah tangganya sebagai rumah tangga bahagia.
2. Wajib, misalnya bagi suami yang mentalak salah seorang istrinya, sedangkan sebelum mentalaknya, ia belum menyempurnakan pembagian waktunya.
3. Makruh (dibenci), apabila meneruskan perceraian lebih bermanfaat daripada rujuk
4. Haram, misalnya jika maksud rujuknya suami adalah untuk menyakiti istri atau mendurhakai Allah SWT.
• Rukun rujuk ada empat macam, yaitu sebagai berikut:
1. Istri sudah bercampur degan suami yang mentalaknya dan masih berada pada masa 'iddah raj'iyah.
2. Keinginan rujuk suami atas kehendak sendiri, bukan karena dipaksa.
3. Ada dua orang saksi, yaitu dua orang laki-laki yang adil.
• Ada sigat atau ucapan rujuk, misalnya suami berkata kepada istri yang diceraikannya selama masih berada dalam masa 'iddah raj'iyah.
Referensi: Islamonline.net dan situs-situs Islam lainnya

Tokoh Pengembang Islam di Pulau Jawa

"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati.

Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha

(Sumber: www.pesantren.net)

1. Sunan Bonang

Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban. Ia menguasai ilmu fikih, usuludin, tasawuf, seni, sastra dan arsitektur. Masyarakat juga mengenal Sunan Bonang sebagai seorang yang piawai mencari sumber air di tempat-tempat gersang. Sunan Bonang banyak melahirkan karya sastra berupa suluk, atau tembang tamsil. Salah satunya adalah "Suluk Wijil" yang tampak dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa'id Al Khayr (wafat pada 899). Tembang "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang.

2. Sunan Ampel

Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Dia-lah yang mengenalkan istilah "Mo Limo" (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk "tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina." Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

3. Sunan Drajat

Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M. cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah "berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'. Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin

4. Sunan Giri

a memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata. Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.

5. Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina. Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

6. Sunan Kalijaga

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya. ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga. Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede - Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

7. Sunan Kudus

Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

8. Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi. eberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik. Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya. Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

9. Sunan Muria

Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.


Kerajaan Samudera Pasai

Kerjaaan Samudera Pasai adalah kerajaan pertama di Indonesia yang menganut agama Islam. Posisi kerajaan Samudera Pasai begitu strategis yaitu di jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu yaitu selat Malaka. Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang kuat dengan dukungan hasil bumi, dan bandar - bandar penghubung (bandar transito) antara pedagang Islam dari arah barat dengan pedagang Islam dari timur.
Kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat pada masa itu, baik dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
a. Kehidupan Politik
Kerajaan ini didirikan oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut dari Mesir yang mendapat tugas merebut pelabuhan Kambayat di Gujarat yang dijadikan tempat pemasaran barang - barang perdagangan dari Timur pada tahun 1128 M. Nazimuddin juga mendirikan sebuah kerajaan di Sumatera bagian utara dengan tujuan untuk dapat menguasai hasil perdagangan rempah - rempah dan lada. Nazimuddin meletakkan dasar - dasar pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai dengan berlandaskan kepada hukum - hukum ajaran agama Islam. secara politis Kerajaan Samudera Pasai di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit.
Dinasti Mamaluk (aliran Syafii) berhasil mengalahkan dinasti Fatimiyah (aliran syiah) ingin merebut Samudera Pasai agar dapat menguasai lada di wilayah timur. Maka Dinasti Mamaluk mengirim syeikh Ismail yang bersekutu dengan Marah Silu (keturunan Marah Pasai) merebut Kerajaan Samudera Pasai dan mengangkat Marah Silu sebagai rajanya dengan gelar Sultan Malikul Shalih.
Setelah Sultan Malikul Shalih wafat, tahta kerajaan digantikan oleh Sultan Malikul Thahir yang memerintah dari tahun 1297 - 1326 M. di masa al Malikut Thahir putra kedua sultan bernama Abdullah memisahkan diri ke daerah Aru(Barumun) dan bergelar Sultan Malikul Mansur.
Ketika Kerajaan Malaka muncul dan berkembang sebagai pusat perdagangan di selat Malaka, kedudukan Kerajaan Samudera Pasai sebagai daerah perdagangan mulai meredup.
b. Kehidupan Ekonomi
Letak Strategis Samudera Pasai yang mendukung kreativitas masyarakatnya untuk terjun langsung ke dunia maritim. Kerajaan Samudera Pasai menyiapkan bandar - bandar yang dapat digunakan sebagai tempat untuk hal - hal seperti
  • menambah perbekalan pelayaran
  • mengurus soal - soal atau masalah - masalah perkapalan
  • mengumpulkan barang - barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri
  • menyimpan barang - barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di Indonesia
c. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial masyarakat Samudera Pasai diatur menurut aturan dan hukum - hukum Islam, dalam pelaksanaannya banyak terdapat kesamaan dengan kehidupan sosial masyarakatnya di negeri Mesir atau pun Arab. Sistem kehidupan yang banyak memiliki persamaan dengan daerah - daerah Arab sehingga daerah Aceh mendapat julukan Daerah Serambi Mekkah.

d. Kehidupan Budaya
Sebagai kerajaan maritim tidak banyak terdapat atau ditemukan peninggalan - peninggalan kebudayaan.

Jumat, 08 Oktober 2010

Islam di Andalusia

Proses Ekspansi Ke Andalusia

Ketika itu Dinasti Umayah dipegang oleh Khalifah al- Walid bin Abdul Malik (al-Walid I ) (naik takhta 86 H 1705 M ), khalifah keenam. la menunjuk Musa bin Nusair sebagai gubernur di Afrika Utara Pada masa kepemimpinan Musa bin Nusair, Afrika sebagian barat dapat di kuasai kecuali Sabtah (Ceuta ) yang pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Bizantium. Ketika inilah pasukan Islam mampu menguasai bagian barat sampai Andalusia.

Kerja sama ditawarkan oleh Julian kepada tentara Islam yang ketika itu dipimpin oleh Musa bin Nusair di terima dengan baik. Setelah mendapat persetujuan dari Khalifah al Walid I, Musa bin Nusair memerintahkan panglima Tariq bin Abdul Malik an- Nakha I melakukan penjajakan awal dengan membawa 400 tentara dengan 100 pasukan berkuda memasuki wilayah Andalusia pada tahun 710. pada tahun 711. Musa bin Nusair mengutus *Tariq bin Ziyad untuk melanjutkan penyerangan ke Andalusia dengan pasukan yang lebih besar _ ini merupakan masa pertama bagi Islam memasuki Andalusia Tariq bin Ziyad memimpin pasukan yang berjumlah kurang Iebih 7. 000 orang (ada jugs yang menyebutkan jumlahnya 12000 prang Barbar) untuk menyerbu Andalusia.

Pasukan yang dipimpinya mendarat di sebuah bukit, yang kemudian di abadikan dengan nama " Jabal Tariq " atau Jibraltar. Pasukan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan Raja Roderick yang tewas dalam pertempuran itu . Kemenangan ini menjadi modal baginya untuk menaklukan wilayah lainya seperti Cordoba, Archedoba, Malaga, Elvira, dan akhiny Toledo; yakni pusat kerajaan Visigoth. Mendengar keberhasilan pasukan Islam, maka pada tahun 721 Musa bin Nusair memimpin satu pasukan menuju Andalusia melalui jalan yang tidak dilalui oleh pasukan Tariq. Pasukan bin Nusair ini melewati pantai barat Semenanjung dan berhasil menakuukan kota- kota yang di lewatinya, antara lain Sevilla dan Merida pasukan Musa bin Nusair bertemu dengan pasukan Tariq bin Ziyad di kota Taledo.

Dengan bergabungnya dua pasukan , daerah yang ditaklukan semakin meluas sampai keutara seperti Saragosa, Terroofona , dan Barcelona. Setelah daulat Bani Umayyah di Damascus di tumbangkan Daulat Abasiyyah berdiri dengan khalifah pertama Abu Abbas as- Saffah. ketika itu juga keamiran di Andalusia berada di tangan Yusuf bin Abdurrahman al - Fihr (129 H/ 746 M- 138 H/ 756 M) dari Bani Muzar. Salah seorang dari keluarga Umayyah yang bemama Abdurrahman bin Mu'a wiyah bin Hisyam bin Abdul Malik , yang bergelar Abdurrahman ad- Dakhi, selamat dari penangkapan Dinasti Abbasiyah yang selalu mengejar-ngejar keturunanan Umayyah, bahkan berhasil memasuki Andalusia, setelah berhasil menghadapi berbagai tangtangan, antara lain penguasa Andalusia pada waktu itu, akhirnya Abdurrahman bin Mu awiyah berhasil mengambil alih kekuasaan.

Abdurrahman bin Mu'a wiyah memasuki wilayah Andalusia ini antara lain karena adanya perselisihan di antara kabilah-kabilah, khususnya masalah intern kabilah Arab dari Qais dan Yaman yang tidak setuju terhadap kepemimpinan Yusuf bin Abdulrrahman al-Fihr. Abdulrrahman bin Muawiyah juga mendapat dukungan dari warga Umayah yang telah tinggal di Andalusia di samping dari dukungan Yaman yang sedang bertikai dengan Yusuf din Abdulrrahman at- Fihr. Abdulrrahman III menjadikan Andalusia suatu kekhalifahan dengan khalifah yang bergelar Amirulmukminin (912-1031). Gelar khalifah selanjutnya di pergunakan oleh pengganti - penggantinya sapai akhir masa pemerintahan Bani Umayyah. Setelah berakhinya Bani Umayyah (1031 ), Andalusia pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecit yang lajim disebut Muluk at- tawa'if (raja- raja kelompok/ golongan )

Sebagaimana munculnya dinasti- dinasti kecil di timur. Dinasti- dinasti kecil itu antara lain Bani Abbad di Sevilla, Bani Hud di Saragosa ; Bani Zun­Nun di Toledo, Bani Ziri di Granada, dan Bani Hammud di Khordoba dan Malaga . sesudah Muluk at- Tawa'if muncullah Dinasti Murabitun yang berkuasa pada tahun 1090- 1147, kemudian Dinasti Muwahhidun ( al­Muwahhidun ) pada tahun 1147- 1232, Dan selanjutnya Dinasti Bani Nasir

pada tahun 1232 - 1492 .

Ketiga dinasti tersebut di atas mencapai kemajuan di berbagai bidang mengalami zaman keemasan ilmu pengetahuan dengan berhasil memunculkan lembaga-lembaga pendidikan terkenal yang menelurkan para ilmuan ternama. Ilmu pengetahuan berkembang dengan perantaraan bahasa Arab . Orang orang Andalusia, balk muslim atau non muslim, menerima dan mempelajari bahasa Arab. Akibatnya, lahirnya beberapa ahli bahasa . diantaranya Ibnu khusuf, Ibnu al-Hajj, Abu Hasan, Ibnu Asfur, Abu Hasyyan al- Garnati, dan Ibnu Malik yang mengarang kitab a/ - Alfiyah (buku tata bahasa arab yang di susun dalam bentuk seribu bait syair) Filsuf - Filsuf besar yang lahir dalam periode ini antara lain Ibnu Tufail (w. 1185)

Yang menulis buku Hayy Ibn Yaqzan ( buku filsafat yang berisikan cerita seorang anak yang di pelihara oleh rusa filsafat akal dan wahyu ) Ibnu Bajjah (w. 1138 ) yang dalam literatur Barat dikenal dengan Avenpas dan merupakan komentaror kaya- karya Aristoteres, ahii fisika dan ahli musik karyanya yang utama adalah Tadbir al - Mutawahhid (susunan yang menyatu ), kemudian Ibnu Rusyid ( 1126 - 1198 ) yang memberikan jawaban atas serangan al-Gazali dalam bukunya Tahafut at- Tahafut (keracunan dari keracunan ), dan komentar terhadap karya Aristoteles Jami Talkhis (rangkuman yang Iengkap ). karena pengaruhnya yang besar, di Eropa rnuncul suatu aliran Filsafat yang di kenal dengan nama Averoisme.

Disamping ilmu-ilmu aqli ( ilmu yang berdasar pada penalaran rasional) berkembang pula ilmu- ilmu naqli ( ilmu yang berdasar pada Al­Qur' an dan hadis ) . Di bidang Tafsir Al- Qur `an , Andalusia melahirkan nama- nama antara lain Ibnu Ati ah (w. 546 H ) dan al - Qurtubi (w. 671 H ), dua mufasir (ahli tafsir) ini menggunakan metode penulisan at - Tabari yang dikenal dengan Tafsir bi al - Ma ` sur. Bidang hadis, terdapat para pakar seperti Ibnu Waddah bin Abdul barr, al Qadi bin Yahya al- Laisi, Abdul walid al- Baji , Abdul walid bin Rusyid , dan Abu Asim yang menulis kitab at Tuhfah (persembahan ),

Dalam bidang fikih / syariat muncul beberapa ilmuwan terkemuka . umpamanya Abu Bakar al--Qutiyah, Ibn Hazm yang menulis kitab al - Muhalla (tentang fikih ) dan al - Ihkam fi- Usul a/ Ahkam (tentang usul fiqih). Munzir bin Sa'id al- Balluti (w. 355 H ) yang pernah menjadi hakim agung di rnasa pemerintahan Abdurrahman III, dan Ibnu Rusyid dengan k &dayah al- Mujtahid (permulaan bagi seorang Mujtahid Islam bidang tasawuf, Andalusia memiliki nama- nama sepert] Irlkrtvydm' Ibnu Arabi, sufi ternama yang menghasilkan banyak karya tulis & risalah al- Futuhat al- Makkiyyah ( Penaklukan Mekah ). dan terkenai dengan pw -Wahdatul wujud ( kesatuan wujud ).

Di bidang kedokteran Andalusia juga mencapai kejayaanya. Cordoba sebagai salah satu pusat aktivitas medic telah melahirkan beberapa Ilmuwan terkemuka. Diantara Ilmuwan yang telah banyak jasanya terhadap perkembanga ilmu medis Islam ialah Ibnu Rusyd yang telah menghasilkan karya besar kitab al- Kulliyyat fi at- Tibb (tentang pilsapat ilmu kedokteran ), suatu kitab referensi yang di pakai selama berabad-abad di Eropa . di bidang obat-obat an di kenal nama-nama sebagai Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad al- Gafiqi ( w. 1165 ) dengan karyanya al Adawiah al- Mufradah (urayan tentang berbagai macam obat ) dan Abu Bakar Jakariya Yahya bin Awwan dengan karyanya yang berjudul al- fillahat ( urayan tentang berbagai macam obat ),

Dalam bidang pertanian, Andalusia sudah mengenal irigasi dan saluran­saluran air. Dengan pembangunan irigasi yang baik mereka dapat membangun kebun tebu, kapas, padi , jeruk , anggur, dan sebagainya . kemajuan dalam bidang ini membawa kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat. Karena kemajuaan ekonomi, Andalusia mampu membangun beberapa kota yang megah dan mempunyai banyak bangunan menumental. Abdurrahman III membangun kota kordoba sebagai kota pemerintahan kota Cordoba dilengkapi denga taman istana jatan-jalan Masjid, perpustakaan, perkantoran , dan lain - lain . kota termegah adalah az- Zahra yang di bangun oleh Abdurrahman III dan kota Granada . yang Cantik dan megah yang memiliki . Alhambra yang sangat terkenal di dunia . Cordoba juga terkenal dengan universitasnya. Yaitu Universitas Cordoba Universitas ini memiliki kampus yang megah y ang di bangun oleh al­Haqam II Abdurrahman III (961- 976 ).

Kemajuan di didang seni, seperti arsitektur dan desain, dapat di lihat dari keindahan Mesjid Cordoba yang di bangun pada masa Abdurrahman ad Dakhlil. Di bidang sastra, Andalusia memunculkan nama seperi Ibnu Sayidar al- Andalusi yang menulis kitab al Mujam (ensiklopedi ) dan Muhammad bin Hani yang menulis al-Andalusia ( uraian tentang Andalusia) . Di bidang sejarah di kenal Ibnu Qutiyah (w. 927 ) , penulis buku Ta' rikh iftitah al -andalis yang berisi sejarah penaklukan Andalusia sampai mass awal kekuasaan Abdurrahman III .,

Dalam bidang geografi, dari Andalusia muncul, nama-nama cemerlang seperti Ibnu Abdul Aziz al Bahri (w, 1094 ). Dengan karyanya al - Masalik wa al- Mamalik ( tentang geografi ), al-Idrisi (1100- 1166 ). Abdul Husain Muhamad bin Ahmad al- Kinani bin Jubair ( 145) . dengan karyanya Rihlan (suatu perjalanan ), dan Muhamad Al- Mazini (1080- 1170) Seorang ahli geografi terkenal .

Dalam bidang astronomi, terkenal nama- nama az- Zarqali ( 1.1029 ). Di toledo Abdul Qasim Maslama bin Ahmad al- Farabi al- Habib al- Majriti ( w. 1007 ) di Cordoba yang merupakan terkemuka muslim Andalusia angkatan pertama. Selain itu, muncul Jabir bin Aflah Abu Muhammad (w. 1204 ), di Sevilla yang menulis kitab al- Hai'a , yang membuat angka -angka trigomometrik yang masih di gunakan sampai sekarang, dan Nuruddin Abu Ishaq al- Bitruji (w. 1204 ). yang menulis kitab Al- Hai'a, . karya- karya para Astronom muslim ini telah banyak menyumbangkan istilah yang berasal dari bahasa Arab ke dalam pembendaharaan ilmu Astronomi dan matematika.3

Andalusia di bawah kekuasaan Islam mengalami kemajuaan pesat dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sehingga menjadi tujuan mencari ilmu di Arab pertengahan. Kemajuan tersebut secara berangsur- angsur pudar dan akhirnya hilang yang tertinggal adalah peninggalan masa lampau yang gemilang. Munculnya dinasti-dinasti kecil mengakibatkan disintregrasi kekuatan islam Andalusia. Mereka sating berperang bahkan di adu domba oleh pihak ke tiga. Sementara dinasti dinati kecil sating berperang, orang kristen menyatukan diri untuk menaklukan orang Islam dan mengusirnya dari Andalusia.

Secara politik, kekuatan Islam berakhir pada abad ke, 15 yang di tandal dengan kekalahan demi kekalahan kerajaan Islam. pada tahun 1469 kerajaan Ferdinand dari Arogon dan kerajaan isabella dari Castilia bersatu menyerang kekuatan Islam di bawah kekuasaan Dinasti Ahmar di Granada yang terkenal dengan Alhamra. Pada tanggal 2 Januari 1492 / 2 Rabiul awal 897, Ibu kota Granada. di kepung dan di takiukan oleh penguasa Kristen . Setelah orang Kristen menguasai orang Andalusia, gerakan Kristenisasi di laksanakan, yaitu memaksa orang menganut kembali Agama Kristen Kardinal Ximenerde Cisneros menyingkirkan semua buku Arab. yang menguraikan Agama islam dan membakarnya pada tahun 1556 , Raja philip II ( Raja Spanyol 1556- 1598) mengumumkan suatu Undang- undang agar kaum muslimin yang masih tinggal di Andalusia membuang ke percayaan , bahasa adat istiadat dan cara hidupnya. Pada tahun 1609 Raja Philip III 1598- 1621 ) mengusir secara paksa semua kaum muslimin dari Andalusia atau mereka di hadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau keluar dari Andalusia .

Henri Pirenne berpendapat bahwa penaklukan orang-orang Arab atas Afrika Utara dan Spanyol telah mengubah pola-pola perdagangan lama. Dikemukakannya juga bahwa penaklukan tersebut telah mengakibatkan Eropa Barat lebih melihat ke utara ketimbang laut tengah.4 Lebih lanjut, Watt mengemukakan bahwa orang Arab telah memberi sumbangan mereka dalam hal teknik pelayaran kepada orang Eropa. Peta laut yang merupakan alat penting untuk pelayaran telah dikembangkan dari perpetaan Islam oleh orang-orang Genoa dan yang lain-lainnya. Dubawah lindungan seorang sarjana Arab dari Afrika Utara dan Cordova, al-Idris (1100-1166), telah menghasilkan gambaran dunia yang lengkap seperti yang telah dikenal saat ini. Dari Orang Arab pula orang Eropa memperoleh pengetahuan geografis yang lebih luas dan memadai.5 Leih lanut pula Wattt menguarikan, sumbangan orang Arab bagi peradaban Barat antara lain sistem pertanian, dan irigasi (perairan).

Pelacakan historis tersebut menjadi sangt logis bahwa peradaban. Barat dibnagun dari rahim fase sejarah Islam menduduki Andalusia. Secara sosial politik, Islam dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi dan secara peradaban dalam Puncak keemasaannya. Proses ekspansi inidiikuti dengan transfer of science dari kaum muslimin ke penduduk Andalusia saat itu. Kebudayaan terbuka dan dermawan ilmu yang dibangun oleh kaum Muslimin saat itu, menjadikan setiap kelompok, daerah, atau suku bangsa sangat terbuka lebar menimba ilmu pengetahuan dari kaum Muslimin di Andalusia. Termasuk banyak orang-orang Eropa yang banyak menimba ilmu pengetauan dari Muslim Spanyol. Ketika mereka sudah kembali ke daerah masing-masing banyak yang mengembangkan ilmu pengetauan tersebut di daratan Eropa.

Roda sejarah pun berputar, ketika kekuatan sosial politik makro umat Islam seat itu mengalami keruntuhan, make seiring dengan itu jatuh pula tradisi peradaban yang telah dibangun cukup lama di berbagai bidang ilmu tersebut. Dalam kondisi ini Eropa terus memacu etos saintis yang telah didapat kaum Muslimin Spanyol. Akhirnya, Eropa Barat berhasil melesat menjadi bangsa termaju dalam sains dan teknologi, dengan bermodal dari akar keilmuan umat Islam dan menggilas dunia muslim. Proses senjata makan tuan pun terjadi. Kaum muslimin yang membuat sains dasar, orang Eropa yang mengembangkan, dan Akhirnya Eropa pun membunuh kaum muslimin. Wallahu `a/am bissawab.